masih melekat embun pagi,
menutupi jalan cihampelas
masih sepi suara bising mobil melintas
masih tertutup rapat pintu toko tempat kau merantas
mesin jahit itu tegar menunggu yang akan ditindas
penjahit ini hampir tanpa senyum menyapa
ditemani benda kusam kehilangan warna
berkalung meteran senjata utamanya
dilengkapi gunting, pisau, minyak melancarkan kerjanya
waktu terentang, mutu menghadang
persaingan kesempatan mencuri peluang
jahitan kilat kadang diperlukan
kaucuri waktu kilat, andalan penjahit rumahan
kerjasama dalam kemasan berkehidupan
penjual, pembeli, pelanggan, menuju muara temu
semua saling menyatu dalam irama kebutuhan
kehidupan yang pasti, tentu
menemukan ujung kedamaian
moelsoe, 2011
Selengkapnya dapat dibaca di buku “Nyanyian Sunyi” Karya Moel Soenarko




