kemuning pagi
terpana aku menunduk
putih bersih
sekuntum kemuning pagi
tegak diatas
dahan kecil merona bentuk
putih wangi tumbuh sendiri
walau dari setitik biji
tanpa menyebut siapa diri
kita tahu, kita lihat
engkau adalah kemuning pagi
terpana aku merenung
akan pelajaran yang kau berikan
untuk diri dari bunga ini
yang butuh akan pangkuan
tak cukup hanya berkata
tak cukup hanya mencela
tak cukup hanya meronta
hanya berbuatlah jawaban nyata
berbuatlah selalu mengawali
berbuatlah selalu mencontohi
berbuatlah selalu menahan diri
kelak akan kau raih makna zaman ini
moelsoe, 2005
Selengkapnya dapat dibaca di buku “Nyanyian Sunyi” Karya Moel Soenarko




