kata-kata dipilin jadi tali ucapan
dijalin erat jadi bukit harapan
dihampar luas jadi lautan impian
diterbangkan angin jadi topan kepastian
Bersaudara ‘bak simpul darah berperekat
seibu dan sebapak tertanam dibebat erat
walau terpisah dan tersembunyi di bukit berurat
setiap perjumpaan terukir janji mengulang dekat
air dicencang tak putus, pacung abu tak berbekas
tali keluarga tak akan hilang ditelan perselisihan
tak akan hancur dilumat suratan takdir
enggan berpisah ‘tuk bersama saling mengasihi
janji sampai usia sembilan puluh terpatri
bagai tak takut kiamat datang mengakhiri
surya dan mulia mana yang lebih kuat
menyoal nama yang tersurat si bungsu menebak
ingin menguji antara harta dan martabat
antara takdir dan rajah di tangan tampak
yang pasti tak akan kau jumpai dalam berkerabat
hanya kebanggaan
kekeluargaan menjunjung tinggi amanah
yang tertancap lekap
moelsoe, 2015
Selengkapnya dapat dibaca di buku “Nyanyian Sunyi” Karya Moel Soenarko




