Selain suka melukis tentang kehidupan, Ibu Moel juga senang menggambar bangunan-bangunan tua yang ada di kota-kota. Ia menemukan gambar-gambar bangunan itu dari kartu pos, majalah, foto, atau ia memotret sendiri bangunan-bangunan tersebut. Moel tertarik melukis bangunan tua karena menurutnya, bangunan itu menyimpan banyak cerita dari masa lalu. Ibu Moel pernah bercerita:
“Ketika saya sedang melakukan perjalanan, saya sering tertarik memperhatikan gedung-gedung tua yang bernilai sejarah. Gedung-gedung itu seperti saksi bisu bagi perkembangan sejarah di kota itu. Gedung-gedung itu juga bisa dikatakan sebagai identitas kota tersebut. Kharakter atau ciri bangunannya dapat menunjukkan ciri zaman ketika gedung itu dibangun….Karena itu, saya pengin mengabadikan pesona sejarah gedung-gedung itu dalam lukisan saya…..Saya tidak melukiskan gedung itu secara detail, tatapi yang ingin saya lukiskan juga pemandangan di sekitar gedung itu, sehingga ada suasana yang hidup….Tidak tampak fisikal, tetapi tampak hidup hingga kini……Gedung-gedung itu merupakan warisan berharga bagi generasi sekarang untuk melihat sejarah kotanya secara apresiatif….Soalnya, sering kali generasi sekarang kurang apresiatit melihat gedung-gedung kuno vang tersebar di seiumlah tempat. padahal itu bernilai sejarah….Anehnya, pemerintah sendiri sering meruntuhkan gedung-gedung semacam ini dan diganti bangunan baru, dengan alasan pembangunan…..Kota-kota di Eropa, gedung-gedung kunonya sangat mendapatkan perhatian dan perlindungan, mereka sangat apresiatif terhadap warisan budaya, bahkan banyak di antaranya masih dipakai untuk kegiatan bisnis, pendidikan. pemerintahan dan lain-lain”.
Salah satu lukisan Moel berjudul “Dua Masa” menunjukkan perbedaan yang menarik. Di bagian depan lukisan, terlihat toko-toko tua yang masih digunakan untuk berdagang. Di salah satu toko, ada tulisan “Tay Ho Tong” yang menunjukkan bahwa itu berada di daerah Pecinan. Di belakangnya, terlihat gedung-gedung tinggi dan modern yang baru dibangun.
Lukisan ini memperlihatkan dua masa yang berbeda — masa lalu dan masa sekarang. Toko-toko tua mewakili masa lalu, sedangkan gedung-gedung tinggi mewakili zaman modern. Tapi kini gedung modern itu terlihat lebih besar dan mencolok, seperti menutupi bangunan lama.
Lalu muncul pertanyaan, “Apakah bangunan lama harus dihilangkan hanya karena ada yang baru?”




