tangan
lemah lunglai sayap dan belalaimelekuk tungkai, mendera asa menggapaimengisi landskap indah ‘tuk dituaikuingin merubah takdir illahimewarna kehidupan yang penuh artikuasah
lemah lunglai sayap dan belalaimelekuk tungkai, mendera asa menggapaimengisi landskap indah ‘tuk dituaikuingin merubah takdir illahimewarna kehidupan yang penuh artikuasah
sebuah perjalanan selalu dimulai ujung awal dan berhenti di ujung akhir berpikir bukan di penghujung akhir baru berpikir cara mengukur
kemuning pagiterpana aku menundukputih bersihsekuntum kemuning pagitegak diatasdahan kecil merona bentuk putih wangi tumbuh sendiriwalau dari setitik bijitanpa menyebut siapa
kata-kata dipilin jadi tali ucapandijalin erat jadi bukit harapandihampar luas jadi lautan impianditerbangkan angin jadi topan kepastian Bersaudara ‘bak simpul
selalu aku yang kau ingat “bereskan adikmu yang sakit” “belanja ke pasar hari ini” “kirimkan paket ke kantor pos” “antarkan
mengenang kegagalan meraih harapan, selalu diam membuntuttak semudah menarik napas meniup lilin menurutseperti ingin menulis kehabisan tinta seperti mencari air
masih melekat embun pagi, menutupi jalan cihampelasmasih sepi suara bising mobil melintasmasih tertutup rapat pintu toko tempat kau merantas mesin