selalu aku yang kau ingat
“bereskan adikmu yang sakit”
“belanja ke pasar hari ini”
“kirimkan paket ke kantor pos”
“antarkan rantang ke pelanggan”
selalu aku yang kau ingat
“antarkan kopi ke kamar tiduribu” (bulan ramadhan)
“naik sepeda membeli es batu ke bim” (bulan ramadhan)
(sedang saudara-saudaraku) tidur lesu
selalu aku yang kau ingat
tak tertelan ikan oleh ibu,
jika bukan aku yang menyiangi
“awasi saudaramu yang mengaji”
ibu…
baru kusadari semua itu pelajaran
kuat badanku karena bertugas
kuat jiwaku karena menahan sabar
ringan pikiranku karena biasa memikul
tanggungjawab besar
rasa syukurku karena aku memilikimu… Ibu!
“dunia menatap karyaku menggelegar”
moelsoe, 2009
Selengkapnya dapat dibaca di buku “Nyanyian Sunyi” Karya Moel Soenarko




