Realis Humanis: Menyinari “Wong Cilik” dalam Sebuah Lukisan

Sebagaimana lazimnya pelukis realis, sumber gagasan (tema) lukisan-lukisan Moel berpangkal dari realitas alam dan realitas kehidupan.


Realitas alam dipahaminya sebagai tempat, dimensi, atau ruang bagi berlangsungnya gerak kehidupan. Realitas kehidupan dipahaminya sebagai proses berlangsungnya kehidupan itu sendiri, yang mencerminkan berkembangnya berbagai nilai-nilai, dan perilaku manusia.


Moel menjelaskan seputar sumber gagasan lukisannya:
“Lukisan saya selalu berangkat dari realitas yang saya lihat, dan saya rasakan. Realitas itu tidak saya gambarkan secara utuh, tetapi saya mengolahnya kembali sesuai dengan gagasan yang hendak saya nyatakan, kaidah komposisi, dan yang penting sesuai dengan greget yang saya inginkan….Semuanya berawal dari realitas….Realitas kehidupan masyarakat bawah selalu menarik untuk saya ungkapkan….Di sana saya melihat berbagai macam pergulatan manusia untuk bertahan hidup….Saya merasakan betapa susah hidup mereka. Realitas berikutnya yang saya lihat adalah realitas alam di mana mereka hidup…Ini lebih berbicara soal habitat atau lingkungan hidup mereka……Karena itu, saya tidak terlalu suka melukis pemandangan alam yang indah, tetapi saya lebih suka melukis realitas alam yang dapat membangkitkan kesadaran solidaritas kita pada sesama….Alam yang saya maksud lebih memperlihatkan alam-kehidupan orang kecil”


Saya memberi judul lukisan ini Perjuangan Hidup. Saya benar-benar trenyuh jika melihat realitas kehidupan masyarakat bawah semacam ini. Saya merasakan betapa pahit dan tak berdayanya kehidupan mereka. Seorang ibu dengan tatapan tajam, seakan tengah berharap sesuatu. Anaknya terlihat menyusu sambil membawa tempat makanan yang kosong. Sementara di sekitarnya berdiri megah sebuah kemewahan. Apakah ini bukan sebuah kontras yang sangat men-colok?….Dengan lukisan ini saya ingin menggambarkan visi saya tentang ketidakadilan yang banyak dialami oleh kelompok masyarakat miskin yang hidup di pojok-pojok kota. Taraf kehidupan mereka jelas membutuhkan perhatian kita yang berkecukupan….Mereka manusia yang berhak hidup….berhak menikmati keadilan dan kesejahteraan.


Mereka memang kebanyakan tidak memiliki bekal cukup untuk hidup di kota, seperti bekal ketrampilan, pendidikan, apalagi modal….Akhirnya, hidup mereka sangat tergantung belas kasihan orang lain. Mereka menjadi pengemis……Untuk mendapatkan sesuap nasi dan seteguk air, mereka harus berjuang keras untuk memperolehnya…..Dengan melihat kehidupan mereka, saya sebenarnya ingin mengajak bercermin pada diri kita yang boleh dibilang berkecukupan, agar kita pandai bersyukur atas segala rezeki yang dilimpahkan Allah kepada kita….Selain itu, setelah kita menyatakan syukur, kita dapat beramal kepada orang-orang miskin yang memerlukan uluran tangan kita….Ini visi saya dalam lukisan tersebut”


Diambil dari buku “Moel Soenarko: Pelukis Realis – Humanis” Karya Djuli Djatiprambudi

Video

Embroidery untuk Pemula

Pendahuluan Kebebasan menggambarkan inspirasi yaitu mengungkapkan apa yang dilihat, menyajikan apa yang diketahui, mengekspresikan apa yang dirasakan, menciptakan ilmu sulam

Read More »